Ibu adalah seorang PEMBOHONG ???

.

Lagi sendiri di rumah, bingung mau ngapain. Dah capek main feisbuk senyum. Sebenarnya diajak sich ke Dago Plaza, tapi kalo gw pergi, gak ada orang dirumah, akhirnya ngeblog aja dech sambil baca2 email yang lama. Gini nih nasib jomblo, malam minggu sendirian (lho kok jadi curhat sengihnampakgigi).

Ini ada cerita dari milis tentang seorang Ibu yang pembohong. Mudah-mudahan berguna.

Sukar untuk orang lain percaya, tapi itulah yang terjadi, ibu saya memang seorang pembohong!! Sepanjang ingatan saya sekurang-kurangnya 8 kali ibu membohongi saya. Saya perlu catatkan segala pembohongan itu untuk dijadikan renungan anda sekalian.

Cerita ini bermula ketika saya masih kecil. Saya lahir sebagai seorang anak lelaki dalam sebuah keluarga sederhana. Makan minum serba kekurangan. Kami sering kelaparan. Adakalanya, selama beberapa hari kami terpaksa makan ikan asin satu keluarga. Sebagai anak yang masih kecil, saya sering merengut. Saya menangis, ingin nasi dan lauk yang banyak. Tapi ibu pintar berbohong. Ketika makan, ibu sering membagikan nasinya untuk saya. Sambil memindahkan nasi ke mangkuk saya, ibu berkata : "Makanlah nak ibu tak lapar." (PEMBOHONGAN IBU YANG PERTAMA).

Ketika saya mulai besar, ibu yang gigih sering meluangkan watu senggangnya untuk pergi memancing di sungai sebelah rumah. Ibu berharap dari ikan hasil pancingan itu dapat memberikan sedikit makanan untuk membesarkan kami. Pulang dari memancing, ibu memasak ikan segar yang mengundang selera. Sewaktu saya memakan ikan itu, ibu duduk disamping kami dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang bekas sisa ikan yang saya makan tadi. Saya sedih melihat ibu seperti itu. Hati saya tersentuh lalu memberikan ikan yg belum saya makan kepada ibu. Tetapi ibu dengan cepat menolaknya. Ibu berkata : "Makanlah nak, ibu tak suka makan ikan." (PEMBOHONGAN IBU YANG KEDUA).

Di awal remaja, saya masuk sekolah menengah. Ibu biasa membuat kue untuk dijual sebagai tambahan uang saku saya dan abang. Suatu saat, pada dinihari lebih kurang pukul 1.30 pagi saya terjaga dari tidur. Saya melihat ibu membuat kue dengan ditemani lilin di hadapannya. Beberapa kali saya melihat kepala ibu terangguk karena ngantuk. Saya berkata : "Ibu, tidurlah, esok pagi ibu kan pergi ke kebun pula." Ibu tersenyum dan berkata : "Cepatlah tidur nak, ibu belum ngantuk." (PEMBOHONGAN IBU YANG KETIGA).

Di akhir masa ujian sekolah saya, ibu tidak pergi berjualan kue seperti biasa supaya dapat menemani saya pergi ke sekolah untuk turut menyemangati. Ketika hari sudah siang, terik panas matahari mulai menyinari, ibu terus sabar menunggu saya di luar. Ibu seringkali saja tersenyum dan mulutnya komat-kamit berdoa kepada Tuhan agar saya lulus ujian dengan cemerlang. Ketika lonceng berbunyi menandakan ujian sudah selesai, ibu dengan segera menyambut saya dan menuangkan kopi yang sudah disiapkan dalam botol yang dibawanya. Kopi yang kental itu tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang ibu yang jauh lebih kental. Melihat tubuh ibu yang dibasahi peluh, saya segera memberikan cawan saya itu kepada ibu dan menyuruhnya minum. Tapi ibu cepat-cepat menolaknya dan berkata : "Minumlah nak, ibu tak haus!!" (PEMBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT).

Setelah ayah meninggal karena sakit, selepas saya baru beberapa bulan dilahirkan, ibulah yang mengambil tugas sebagai ayah kepada kami sekeluarga. Ibu bekerja memetik cengkeh di kebun, membuat sapu lidi dan menjual kue-kue agar kami tidak kelaparan. Tapi apalah daya seorang ibu. Kehidupan keluarga kami semakin susah dan susah. Melihat keadaan keluarga yang semakin parah, seorang tetangga yang baik hati dan tinggal bersebelahan dengan kami, datang untuk membantu ibu. Anehnya, ibu menolak bantuan itu. Para tetangga sering kali menasihati ibu supaya menikah lagi agar ada seorang lelaki yang menjaga dan mencarikan nafkah untuk kami sekeluarga. Tetapi ibu yang keras hatinya tidak mengindahkan nasihat mereka. Ibu berkata : "Saya tidak perlu cinta dan saya tidak perlu laki-laki." (PEMBOHONGAN IBU YANG KELIMA).

Setelah kakak-kakak saya tamat sekolah dan mulai bekerja, ibu pun sudah tua. Kakak-kakak saya menyuruh ibu supaya istirahat saja di rumah. Tidak lagi bersusah payah untuk mencari uang. Tetapi ibu tidak mau. Ibu rela pergi ke pasar setiap pagi menjual sedikit sayur untuk memenuhi keperluan hidupnya. Kakak dan abang yang bekerja jauh di kota besar sering mengirimkan uang untuk membantu memenuhi keperluan ibu, pun begitu ibu tetap berkeras tidak mau menerima uang tersebut. Malah ibu mengirim balik uang itu, dan ibu berkata : "Jangan susah-susah, ibu ada uang." (PEMBOHONGAN IBU YANG KEENAM).

Setelah lulus kuliah, saya melanjutkan lagi untuk mengejar gelar sarjana di luar Negeri. Kebutuhan saya di sana dibiayai sepenuhnya oleh sebuah perusahaan besar. Gelar sarjana itu saya sudahi dengan cemerlang, kemudian saya pun bekerja dengan perusahaan yang telah membiayai sekolah saya di luar negeri. Dengan gaji yang agak lumayan, saya berniat membawa ibu untuk menikmati penghujung hidupnya bersama saya di luar negari. Menurut hemat saya, ibu sudah puas bersusah payah untuk kami. Hampir seluruh hidupnya habis dengan penderitaan, pantaslah kalau hari-hari tuanya ibu habiskan dengan keceriaan dan keindahan pula. Tetapi ibu yang baik hati, menolak ajakan saya. Ibu tidak mau menyusahkan anaknya ini dengan berkata : "Tak usahlah nak, ibu tak bisa tinggal di negara orang." (PEMBOHONGAN IBU YANG KETUJUH).

Beberapa tahun berlalu, ibu semakin tua. Suatu malam saya menerima berita ibu diserang penyakit kanker di leher, yang akarnya telah menjalar kemana-mana. Ibu mesti dioperasi secepat mungkin. Saya yang ketika itu berada jauh diseberang samudera segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta. Saya melihat ibu terbaring lemah di rumah sakit, setelah menjalani pembedahan. Ibu yang kelihatan sangat tua, menatap wajah saya dengan penuh kerinduan. Ibu menghadiahkan saya sebuah senyuman biarpun agak kaku karena terpaksa menahan sakit yang menjalari setiap inci tubuhnya. Saya dapat melihat dengan jelas betapa kejamnya penyakit itu telah menggerogoti tubuh ibu, sehingga ibu menjadi terlalu lemah dan kurus. Saya menatap wajah ibu sambil berlinangan air mata. Saya cium tangan ibu kemudian saya kecup pula pipi dan dahinya. Di saat itu hati saya terlalu pedih, sakit sekali melihat ibu dalam keadaan seperti ini. Tetapi ibu tetap tersenyum dan berkata : "Jangan menangis nak, ibu tak sakit."(PEMBOHONGAN IBU YANG KEDELAPAN).

Setelah mengucapkan pembohongan yang kedelapan itu, ibunda tercinta menutup matanya untuk terakhir kali.

Anda beruntung karena masih mempunyai ibu dan ayah. Anda boleh memeluk dan menciumnya. Kalau ibu anda jauh dari mata, anda boleh menelponnya atau mengirim sms sekarang, dan berkata, 'Ibu, saya sayang ibu.' Tapi tidak saya, hingga kini saya diburu rasa bersalah yang amat sangat karena biarpun saya mengasihi ibu lebih dari segala-galanya, tapi tidak pernah sekalipun saya membisikkan kata-kata itu ke telinga ibu, sampailah saat ibu menghembuskan nafasnya yang terakhir.

Ibu, maafkan saya. Saya sayang ibu.....

65 komentar:

IHSAN said...

berarti BOHONG boleh dong? :-o

YES! =))

Ghustie Samosir said...

@ IHSAN :
hehehheehhe, gak boleh lah :D

eMo Sang Petualang said...

1 2 3 PertamaXXXxxxxxxxxxx.....................

eMo Sang Petualang said...

wew..... kecolongan nih... hihihi.....
aq rindu ibu.....
mari kita doakan ibu kita....
berdoa mulai...

Maya said...

Luv U Mom :X
hiks jadi sedih niy..

J O N K said...

jiahh, ini mah bohong dengan sayang :D, ehm wanita yang kupercayai sekarang adalah si Ibu ...

semar said...

ibuku adalah mata air dan mata hati kehidupanku, walau selalu berlinang air mata, matanya tak pernah pupus memancarkan sinar ke mata batinku

Antaresa said...

wah aku jadi kangen Mamaku.

hari minggu besok Mamaku ulang taun.

Sharing Ilmu Pengetahuan said...

Sumpah Bro Bagus Bgt alur dan Jalan Ceritanya...

Jadi Kangen Sama Mama Saya Yang Jauh di Seberang Sana....Love You Mama...

Ghustie Samosir said...

@ eMo Sang Petualang :
wah sayang sekali kecolongan pertamaxnya heehhee

@ Maya :
maaf yach jadi bikin sedih :(

@ J O N K :
hehehhe ketipu yach :p

@ semar :
waduh kata2nya bagus banget sob :)

@ Antaresa :
Maaf yach bikin kamu kangen :(

@ Sharing Ilmu Pengetahuan :
Makasih sob, saya juga kangen terus dengan mama yang jauh di pulau Sulawesi :(

firza abdi said...

gak salah kalo ada pepatah "Surga ada dibawah telapak kaki ibu"

Blogger Ceria said...

Ibu yang teladan tuh..
ga semua ibu kayak gitu kan.. :)

Ghustie Samosir said...

@ firza abdi :
betul sob :)

@ Blogger Ceria :
tapi pada dasarnya gak ada macan yang mau makan anaknya, kata orang tua jaman dulu hehehhe

wanty harianja said...

hiks hikss hikssss
bner tuh ban aq jd terharu,ampe mata ku berkaca2
jd ingt ma2 d rumah....

love u mom

blog anak nelayan said...

ibuk maafkan aq yaaaa :((

Ghustie Samosir said...

@ wanty harianja :
heheheh, khan dah aku bilang tadi :D

@ blog anak nelayan
Waduh, emang salah apa sob?

Johar said...

¿ ɐʎ ʞɐƃ ɐɔɐqǝʞ ɐsıq ˙˙ǝǝɥ ˙˙˙ǝɥ ʞnʎ ʞılɐqɹǝʇ uɐsılnʇ uıʞıq ǝɯɐɹ ǝɯɐɹ oʎɐ

Tips Facebook said...

ibu.. oh ibu...

mom i love u :)

Ghustie Samosir said...

@ Johar :
wah, untung gw dah biasa ngeliatnya, jadi gak pusing lagi hehehhe

@ Tips Facebook :
Makasih dah singgah sob :)

Seti@wan Dirgant@Ra said...

Ibu,.... betapa luhur hatimu, betapa mulia cintamu, betapa suci kasihmu berbohong demi kebaikan seorang anak.....

Ghustie Samosir said...

@ Seti@wan Dirgant@Ra :
yach gitulah namanya seorang ibu :)

luzman said...

benar-benar luar biasa kasih seorang ibu
saluut

andro_simar said...

wah,, saya jadi tersentuh nih,, juga jadi kangen sama ibu saya,, :D

tante girang said...

salam kenal ya mas

eddie said...

:(( jadi sedih,,,,

ibu,,, kasih sayang mu tak ternilai harga nya,,,,,

:((

aalil ngegame said...

Dari SMA kelas 2 sampe umur 25 jalan 26 ini saya tinggal cuma sama IBU.. memang benar2 dahsyat kasih sayang seorang ibu yang gak ada ujung nya,,, entah gmn harus membalas nya(halah malah curhat) heheh... IBU is the best,,, Regards...

Ghustie Samosir said...

@ luzman :
memang gak bisa diragukan lagi :)

@ andro_simar :
langsung telpon atau sms ibunya sob :D

@ tante girang :
salam kenal juga mbak...

@ eddie :
waduh udah dunk sob nangisnya hehehhe

@ aalil ngegame :
wah gitu yach sob? gpp curhat diterima kok disini hehehe

Hendra Sipayung said...

Nice story...
tp bukan hanya sekedar cerita, lebih dr penghayatan kasih sayang seorang ibu...

emang ibu is the best lah, beruntung lah kita yg sampai saat ini msh memiliki ibu. Dan tidak dapat tergantikan dengan sesuatu apa pun.


salam kenal dr Blog walking ...

idham said...

wow....tragis sekali....

Ghustie Samosir said...

@ Hendra Sipayung :
iya sob, gw juga sangat beruntung masih punya ibu yang tidak akan tergantikan oleh siapapun :)
salam kenal juga sob :)

@ idham
kok tragis sich sob? hehee

buwel said...

Duuuh jadi inget almarhumah mamih nih...
makasih sob, semoga kita jadi anak yang berbakti...
amiiiin

Ghustie Samosir said...

@ buwel :
maaf yach sob, jadi ngingetin :(

jingga said...

jadi kangen ortu di kampoeng....kasih ibu sepanjang masa......sampai akhir hayat....jadi terharu :(

Adi said...

Thanks dah mampir ke weblog Adi, kapan2 mampir lagi ya >>>^_^

Ghustie Samosir said...

@ jingga :
telpon dong ortunya, minimal sms lah :D

@ Adi
sama2 sob ;)

eri-communicator said...

jalan-jalan malam keblog sobat, jangan bosan ya lain kesempatan ku hadir kembali :)

Ghustie Samosir said...

@ eri-communicator :
Silahkan sob, maaf nich gak bisa kasih apa2 hehehhe

colay said...

sedih kali gus....hiks hiks

Ghustie Samosir said...

@ colay :
hahhahhaha, biar sadar dikit hehehhehe

aa' mil said...

Duuuhhhh bagus sekali ceritanya bos.... sangat menyentuh, bacanya sampai2 mata berkaca-kaca, jujur Ibuku juga seorang singel parent,& yg kutahu juga masih banyak sekali "kebohongan" yg ibu lakukan padaku hanya utk mengharapkan kebahagiaan yg besar bagiku

Ghustie Samosir said...

@ aa'mil :
Aduh maab yach kang kalo bikin sedih :)
Wah salut dengan ibunya kang, single parent itu pasti bener2 berat banget seperti cerita diatas :)

Fatary said...

bener kok bro, gara2 kebohongan IBU, kita bisa sukses :)

Ghustie Samosir said...

@ Fatary :
Iya sob, betul :)

kuryt said...

Blog walking...

thanks for your information i like it so much..And i hope you can up to date you information every day

visit our bog in Myokezone

Ghustie Samosir said...

@ kuryt :
Thx 4 ur comment 2 :)
I will visit ur blog :D

Bunda Lina said...

jadi terharu
jadi ibu memang perlu sabaaaaaaar
tulisannya bagus Mas
saya jadi bersemangat biar tambah sabar lagi
sebagai Ibu

Neslihan SÖNMEZ said...

:)

Ghustie Samosir said...

@ Bunda Lina :
Makasih bunda :)

@ Neslihan SÖNMEZ :
:) 2

Liedz_Undercover said...

Heu .
Bacanya jadi terharu bgt .
Km bkin aq sdar , aq byk slah bgt sm mama .
Aq shrusnya brsykur msi bsa nyium n meluk mama . .

Ibu tuh sglnya ya . Rela lakuin apapun demi anaknya .

Aq sayang mama aq .

Liedz_Undercover said...

Heu .
Bacanya jadi terharu bgt .
Km bkin aq sdar , aq byk slah bgt sm mama .
Aq shrusnya brsykur msi bsa nyium n meluk mama . .

Ibu tuh sglnya ya . Rela lakuin apapun demi anaknya .

Aq sayang mama aq .

erald said...

Sedih.. I love U mom....:((

Ghustie Samosir said...

@ Liedz_Undercover :
Iya emang sob, kalo kita masih punya mama, kita harus lebih bersyukur lagi :)

@ erald :
Maab nich sob jadi bikin sedih :D

gigihpw said...

Semoga arwah ibu mas masuk surga amin..jgn lupa selalu berdoa untuknya mas...

Ghustie Samosir said...

@ gigihpw :
Aduh sob, itu bukan tentang ibu saya, cerita dari milis :). Ibu saya masih hidup kok sob ;)

Wisata SEO Sadau said...

hahaha.. ketauan tuh ga baca bener2... :P

Ghustie Samosir said...

@ Wisata SEO Sadau :
heuheueh, kayaknya sich gitu :D

terjemahan said...

ibu memang pembohonh hehehe

Ghustie Samosir said...

@ terjemahan :
Iya sob, "pembohong" yang baik hati :D

hindun smith said...

saya pernah mmbc cerita yg hampir mirip dgn ini ditulis oleh olivia anggraeni di kompasiana. apakah ini punya penulis yg sama?

What is database said...

Jadi inget ibu sy gan hihi

Ghustie Samosir said...

@hindun smith: mungkin sama, saya juga dapat dari komputer saya sob :D
@What is database: pasti sob, saya juga dulu pertama kali baca ini langsung ingat ibu :D

Regards,

Ghustie Samosir
www.hanyainfo.blogspot.com

Khusus Dewasa Klik Disini dan Disini

Travel Jakarta Bandung said...

baca dr tarbawi ya mas? sama tulisannya..

IMAM MEQELS said...

Kasih Ibu sepanjang jaman kepada anaknya,,,,ingat kita sebagai anak harus selalu menyayangi dan mengasihi,,,baik buruk seorang ibu kita,,,,salam

IMAM MEQELS said...

bagaimanapun satu kebohongan seorang ibu,,,,adalah demi seribu kebaikan anaknya,,,,maka kita jangan serta merta menganggap kebohongan ibu adalah satu hal buruk,,,,ingat kasih ibu sepanjang jaman kepada kita anaknya,,,salam bang ghustie


www.wantduit.blogspot.com

chute said...

Terharu bgt,smpe mneteskan air mata...!!
sama bgt sprti saya,Ibu ku sdah Tiada..!!!

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

Post a Comment

Komentar apapun akan sangat berarti bagi blog ini :)
Petunjuk memberikan komentar :

Pilih "Name/URL" (URL boleh dikosongkan),
Pilih "Anonymous" jika tidak mempunyai website/blog,
Pilih yang lain juga boleh kok :)

 
HanyaInfo is proudly powered by Blogger.com | Template by Agus Ramadhani | o-om.com